<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pemalang.BIZ - &#187; Tokoh</title>
	<atom:link href="http://pemalang.biz/category/tokoh/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pemalang.biz</link>
	<description>Bersama mbangun Pemalang - Ngeblog bareng wong pemalang -Portal Pemalang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Jul 2010 02:57:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Jebul artis Kristina wong Pemalang</title>
		<link>http://pemalang.biz/2008/03/06/jebula-kristina-wong-pemalang.pemalang</link>
		<comments>http://pemalang.biz/2008/03/06/jebula-kristina-wong-pemalang.pemalang#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Mar 2008 11:25:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>info</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pemalang.biz/jebula-kristina-wong-pemalang.html</guid>
		<description><![CDATA[Kristina memiliki nama panjang Kristina Iswandari, lahir Pemalang Jawa Tengah, 8 Mei 1976. Ia dikenal sebagai seorang penyanyi dangdut yang populer mendendangkan lagu Jatuh Bangun. Kristina adalah istri dari anggota DPR-RI dan pengurus partai PPP (Partai Persatuan Pembangunan), Al Amin Nur Nasution, yang menikahinya pada 4 Januari 2007 lalu. Selain itu, pasangan yang dipertemukan oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img src="http://www.kapanlagi.com/i/newkl/gallery/sidnag_kristina_iin-20070719-001-rury.jpg" alt="http://www.kapanlagi.com/i/newkl/gallery/sidnag_kristina_iin-20070719-001-rury.jpg" align="left" height="101" width="101" /><strong>Kristina</strong> memiliki nama panjang <strong>Kristina Iswandari</strong>, lahir Pemalang Jawa Tengah, 8 Mei 1976. Ia dikenal sebagai seorang penyanyi dangdut yang  populer mendendangkan lagu <em>Jatuh Bangun</em>.  <strong>Kristina</strong> adalah istri dari anggota DPR-RI dan pengurus partai PPP (Partai Persatuan Pembangunan), Al Amin Nur Nasution, yang menikahinya pada 4 Januari 2007 lalu.<br />
<span id="more-9"></span><br />
Selain itu, pasangan yang  dipertemukan oleh penyanyi <strong>Emilia Contessa</strong> ini, juga digosipkan mendapat  larangan menyanyi dari suaminya. Sehingga keseharian <strong>Kristina</strong> banyak  diisi dengan kegiatan sebagai ibu rumah tangga dan aktifitas sosialnya yang  selama ini telah digelutinya. Padahal perempuan yang pernah diisyukan dekat  dengan <strong>Icha Jikustik</strong>, <strong>Saiful Jamil</strong> dan <strong>Ivan Zay</strong> itu,  sebelumnya seorang penyanyi dangdut yang banyak menerima job ke luar kota.  Selain juga pernah membintangi film <em>BE HAPPY DI PINGGIR KALI</em> bersama  <strong>Agus Kuncoro</strong>.<br />
sumber : kapanlagi.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pemalang.biz/2008/03/06/jebula-kristina-wong-pemalang.pemalang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kapolri, Alumni Terbaik Akpol 1973</title>
		<link>http://pemalang.biz/2008/02/09/kapolri-alumni-terbaik-akpol-1973.pemalang</link>
		<comments>http://pemalang.biz/2008/02/09/kapolri-alumni-terbaik-akpol-1973.pemalang#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Feb 2008 09:41:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>info</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pemalang.biz/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Presiden SBY melantik Jenderal Sutanto sebagai Kepala Kepolisian Negara RI, menggantikan Jenderal (Pol) Da’i Bachtiar (8/7/2005). Pelantikan dilakukan setelah DPR secara aklamasi menyetujui usai melakukan uji kepatutan dan kelayakan ((fit and proper test)) terhadap Komjen Sutanto di Gedung Nusantara II DPR, Jakarta, 4/7/2005. &#160; Sutanto yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><img src="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/s/sutanto/sutanto.jpg" alt="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/s/sutanto/sutanto.jpg" align="left" height="200" width="145" />Presiden SBY melantik Jenderal Sutanto sebagai Kepala Kepolisian Negara RI, menggantikan Jenderal (Pol) Da’i Bachtiar (8/7/2005). Pelantikan dilakukan setelah DPR secara aklamasi menyetujui usai melakukan uji kepatutan dan kelayakan ((fit and proper test)) terhadap Komjen Sutanto di Gedung Nusantara II DPR, Jakarta, 4/7/2005.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Sutanto yang sebelumnya menjabat       Kepala Badan Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional (BNN)  		berpangkat Komisaris Jenderal Polisi  		secara resmi diangkat menjadi Kapolri dengan Keppres Nomor 28/Polri/2005  		tertanggal 5 Juli 2005. Kemudian dengan Keppres Nomor 29/Polri/2005  		tanggal yang sama pangkatnya dinaikkan menjadi Jenderal Polisi. <span id="more-8"></span></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"><o:p> </o:p></span></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<table class="MsoTableGrid" style="border: medium none ; border-collapse: collapse" align="justify" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td style="border: 1pt dotted windowtext; padding: 0in 5.4pt; width: 221.4pt" valign="top" width="295">
<p align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Uji kelayakan dan kepatutan   (fit and proper test) berlangsung serius, walau kadang diselingi canda.   Sebanyak 34 anggota Komisi III mengajukan pertanyaan. Di antaranya mengenai   terorisme, narkoba, perjudian, pelacuran, pornografi, dan pornoaksi,   pemberantasan korupsi, pembenahan moral polisi, dan cara mengatasi godaan   dari bos-bos penjahat untuk melobi agar kasusnya dihentikan. <o:p></o:p></span></p>
<p align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Selama 30 menit, Sutanto   diberi kesempatan memaparkan visi misinya. Sutanto menyatakan akan secara   tegas dan konsisten menindak empat jenis kejahatan. Pertama, kejahatan yang   merugikan kekayaan negara (korupsi, illegal logging, illegal mining,   penyelundupan); Kedua, kejahatan yang berdampak luas terhadap masyarakat   (judi dan narkoba); Ketiga, kejahatan yang meresahkan masyarakat (kejahatan   jalanan dan kejahatan oleh kawanan bandit); dan Keempat, segala pelanggaran   lalu lintas yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, ketidaktertiban dan   kemacetan.</span></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Secara khusus, Sutanto mengatakan dalam mengatasi masalah narkoba, ada tiga   langkah yang secara simultan harus dilakukan. Ketiganya adalah pencegahan,   penegakan hukum, dan terapi-rehabilitasi bagi pengguna narkoba.  <o:p></o:p></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Dia juga menegaskan   adalah kewajiban pemerintah untuk menyediakan panti rehabilitasi yang murah,   tidak saja di kota-kota besar, tetapi juga di kabupaten-kabupaten. Karena   narkoba sudah merambah pelosok desa dan banyak disalahgunakan masyarakat   menengah ke bawah.<o:p></o:p></span></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> Mantan Ajudan   Presiden Soeharto kelahiran Comal, Pemalang, Jawa Tengah, 30 September 1950,   ini merupakan satu di antara sedikit polisi yang baik, jujur, bersih, dan   punya komitmen tinggi memberantas kejahatan di negeri ini.</span></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Alumni Terbaik Akabri Kepolisian 1973, ini memang sudah santer disebut-sebut   akan menjadi Kapolri sejak Susilo Bambang Yudhoyono dilantik menjadi <st1:place><st1:city><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Presiden</span></st1:city><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> </span><st1:state><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">RI</span></st1:state></st1:place><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">. Pasalnya, SBY dan Sutanto sudah   lama bersahabat karena seangkatan ketika menjadi taruna Akademi Angkatan   Bersenjata (Akabri). Keduanya lulusan Akabri (Darat dan Kepolisian) tahun   1973.</span></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Teman taruna seangkatan (1973) SBY dan Sutanto lainnya antara lain Kepala Staf   TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Slamet Soebijanto dan Kepala Staf TNI   Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Djoko Suyanto. Mereka merupakan lulusan   terbaik di angkatan masing-masing. Mereka sama-sama memperoleh penghargaan   Adi Makayasa.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Selain karena pertemanan dengan presiden, Sutanto juga dinilai bersih selama   karirnya di kepolisian. Dia juga dikenal konsisten dan dekat dengan bawahan.   Ayah dari empat anak ini dikenal jujur, bersih, dan punya komitmen tinggi   memberantas kejahatan.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Saat menjabat Kapolda Sumut (2000), dia berupaya secara gigih memerangi   perjudian, premanisme, dan peredaran narkoba di provinsi itu. Dia hadapi apa   pun risikonya, baik dari para bandar judi dan internal Polri sendiri. Mereka   yang tidak senang judi diberantas di daerah itu tidak suka Sutanto   berlama-lama di Medan. Mereka ingin Sutanto cepat pindah. Memang, Sutanto   hanya tujuh bulan menjadi Kapolda Sumut (Maret sampai Oktober 2000). Dia   dipindah menjadi Kapolda Jawa Timur.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Di Jatim, Sutanto langsung menyatakan perang terhadap illegal logging,   praktik BBM oplosan, judi dan narkoba. Salah satu gebrakannya adalah   menangkap dan menahan Sundono alias Jhonson Limuel Lim, bos kayu ilegal nomor   satu di Jatim yang sebelumnya sulit tersentuh hukum. Dia juga mengusir dan   menampik utusan Sundono yang hendak menyuapnya Rp 2 miliar agar Sundono bisa   ditahan luar.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Dia bergeming, Sundono terus ditahan sampai kasusnya dilimpahkan ke   kejaksaan. Walaupun setelah kasus illegal logging itu digelar di PN <st1:city><st1:place><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Surabaya</span></st1:place></st1:city><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">, Sundono malah divonis bebas,   yang sebelumnya oleh jaksa penuntut umum hanya dituntut hukuman 1 tahun   penjara dan denda Rp 200 juta.</span></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Setelah dua tahun menjabat Kapolda Jatim (2000-2002), Sutanto dimutasi   menjadi Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (2002-2005). Dia   seperti sengaja ‘disimpan’ di situ. Namanya pun nyaris tidak pernah muncul   lagi di media <st1:city><st1:place><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">massa</span></st1:place></st1:city><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">. Namun setelah SBY jadi presiden,   nama Sutanto kembali berkibar. SBY mengangkatnya menjadi kepala Pelaksana   Harian Badan Narkotika Nasional (Kalakhar BNN) pada awal Maret 2005. Dia pun   naik pangkat dari Irjen menjadi Komjen Pol. Saat itu, banyak kalangan sudah   memprediksi Sutanto akan menjadi Kapolri menggantikan Jenderal (Pol) Da’i   Bachtiar.</span></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Kendati sebentar di BNN, dia telah melakukan gebrakan menangkap anggota   sindikat peredaran narkoba internasional dan berhasil menggerebek dan   menemukan sejumlah pabrik narkoba besar di sekitar <st1:city><st1:place><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Jakarta</span></st1:place></st1:city><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">.</span></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Presiden SBY mengatakan pergantian Kapolri dilakukan dalam rangka penyegaran   kepemimpinan di lingkungan kepolisian. Da’i sudah mengemban tugas sebagai   Kapolri selama 3 tahun 8 bulan. Menurut SBY masa tugas tersebut, sudah cukup   bagi Da’i untuk mengabdi kepada negara dan bangsa.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Menurut Presiden, konteks pergantian ini dalam kerangka positif. Selain untuk   regenerasi, juga sambil memberi kehormatan kepada Da’i dan penugasan kepada   penggantinya. SBY berharap DPR segera menyetujui usul pergantian Kapolri   tersebut. Sementara Da’i Bachtiar kemungkinan akan diangkat menjadi Dubes di   Malaysia. ?<strong>tsl</strong><o:p></o:p></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Sumber :<br />
*** <strong>TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh </strong></span><st1:country-region><st1:place><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Indonesia</span></strong></st1:place></st1:country-region><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">)<br />
http://www.tokohindonesia.com</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"><o:p></o:p></span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"><o:p> </o:p></span></td>
<td style="border-style: dotted dotted dotted none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 221.4pt" valign="top" width="295"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: red">Nama:<br />
</span><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial">Jenderal Pol   Sutanto</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"><br />
<span style="color: red">Lahir:<br />
</span>Comal, Pemalang, Jawa Tengah, 30 September 1950<br />
<span style="color: red">Agama:<br />
</span>Islam<br />
<span style="color: red">Jabatan:<br />
</span>Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Dilantik 8 Juli 2005)<span style="color: red">Isteri:<br />
</span>Henny S<br />
Anak:<br />
- Tanti Ari Dewi<br />
- Wenny Natalia Dewi<br />
- Bimo Agung Wibowo<br />
- Widya Ari Dewi</p>
<p><span style="color: red">Pendidikan:<br />
</span>- Akabri Kepolisian 1973<br />
- Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) 1983<br />
- Sespimpol, Lembang, Bandung (1990)<br />
- Sus Jur Pa Rengar Hankam, Bandung (1985)<br />
- Lemhannas (2000)</p>
<p><span style="color: red">Karir:<br />
</span>- Pamapta Konwiko 74 Jakarta Selatan (1973-1975)<br />
- Kapolsek Metro Kebayoran Lama (1978-1980)<br />
- Kapolsek Metro Kebayoran Baru (1980)<br />
- Kepala Detasemen Provoost Polda Jatim (1990-1991)<br />
- Kapolres Sumenep, Jawa Timur (1991-1992)<br />
- Kapolres Sidoarjo, Jawa Timur (1992-1994)<br />
- Paban Asrena Polri (1994-1995)<br />
- Ajudan Presiden Soeharto (1995-1998)<br />
- Waka Polda Metro Jaya (1998-2000)<br />
- Kapolda Sumut (2000)<br />
- Kapolda Jatim (17 Oktober 2000-Oktober 2002)<br />
- Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (24 Oktober 2002-28 Februari   2005)<br />
- Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (28 Februari 2005-Juli   2005)<br />
- Kapolri (2005)</p>
<p><span style="color: red">Alamat Kantor:<br />
</span>Jalan Trunojoyo No 3 Kebayoran Baru<br />
Jakarta Selatan<br />
Telp 021-3848537 &#8211; 7260306 &#8211; 7218010<br />
Fax 021-7220669</p>
<p><!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--><o:p></o:p></p>
<p></span></td>
</tr>
</table>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"><o:p> </o:p></span></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> <o:p></o:p></span></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial"> <o:p></o:p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pemalang.biz/2008/02/09/kapolri-alumni-terbaik-akpol-1973.pemalang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
